Juli 22, 2016

Akhir Pekan

Aku menyukai akhir pekan bersamamu. Berbaring bersama menatap langit kamar. Memeluk kemudian tertidur sebentar. Mengobrol dan tertawa saat saling menatap. Pemarahnya aku, kamu redakan dengan kelembutanmu. Makanan yang kamu buat, dan caramu bertanya apa kesalahan yang membuatku marah dengan tatapan bak kucing kecil meminta penjelasan mengapa induknya membuangnya yang membuatku terdiam saking terpanahnya. Lugu.
Aku menyukai akhir pekan yang hanya ada kita. Mengobrol di tempat umum sambil makan di tengah-tengah kegelapan lapangan basket, atau cafe yang kita ramaikan dengan teriakan tawa dan bisikan nakal. Mulut kita sepertinya tak pernah bisa berhenti bicara. Membicarakan tentang mimpi, masa lalu, kemungkinan-kemungkinan terburuk, dan apa pun yang ada di sekitar. Semua dibicarakan di akhir pekan di mana kita bisa bertemu dan melupakan segala kejenuhan yang diberikan manusia-manusia tidak berperasaan yang selalu membuat gelisah.
Hari libur adalah surga kita. Pertemuan sederhana yang dirayakan dengan pelukan. Minuman berlendir yang memabukan. Lagu-lagu nyaman menyamarkan.
Tapi aku selalu memimpikan akhir pekan yang panjang bersamamu. Di mana kamu tidak mengantarku pulang tapi menina-bobokanku dan mengelus rambutku sampai aku tertidur mangap dengan lelap. Kita yang kelelahan sehabis pulang dari berkelana mencari hiburan di kota dan asik berbincang sambil melihat lampu-lampu kota akan terbayarkan dengan membagi rasa capai di kaki yang saling bertautan. Paginya aku akan terbangun lebih dulu karena tak ingin menyianyiakan kesempatan melihat dadamu naik turun mengatur napas saat terpejam. Begitu tenang. Tak seperti tidur siang kita yang tak pernah bisa sampai tuntas karena waktu terus berusaha memisahkan. Selimut gelap akan terlihat di langit. Dan aku sadar kamu akan mengantarkanku pulang ke rumah yang menurut mereka begitu nyaman dan diisi dengan kebahagian.
Rumahku adalah kamu. Kebahagianku adalah saat membuka mata karena suara desah napasmu yang menyadarkanku dari lamunan mimpi. Di telingamu tempat aku mengadu, Di pelukmu tempat aku menenangkan ketidak stabilan emosiku. Dan di genggamanmu, rasa aman itu ada. Di bibirmu semua kejujuranku terucap. Tak ada kebohongan pun kepaksaan. Janji dan mimpi-mimpi kita semoga akan terwujud dan terlaksana.
Semoga masih ada akhir pekan yang bisa kita habiskan tanpa ada lagi orang yang menghalangi niat kita untuk bahagia. Untuk kabur sementara atau menghadapi bersama-sama picik dan dangkalnya pikiran manusia yang susah mengerti bahwa bahagia cuma butuh kamu dan akhir pekan.

kenangan menggebu yang pernah menderu
dua tahun lalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar