Januari 20, 2013

Teman-Teman Di Bontang, AKU KANGEN!


Tadi aku terbangun pukul 6 sore. Aku bener-bener capek setelah pergi ke sana-sini sama keluargaku. Dan entah kenapa, saat aku bangun dan keluar rumah, aku ketakutan saat melihat langit yang mulai membiru tua. Gelap. Awanmu tampak jarang dan sedikit demi sedikit sudah tak terlihat. Aku seperti merasa kehilangan sesuatu… entah itu apa. Aku juga tidak tahu. Yang jelas perasaan saat melihat langit dan mendengar suara adzan magrib membuatku ingin menangis. Perasaanku tak karuan.

Saat aku mengaji tadi aku jadi tahu jawabanya…

Di sela-sela mulutku komat-kamit membaca Qur’an, entah kenapa pikiran ini tertuju pada Bontang. Kota kecil nan sempit di Kalimantan Timur yang pernah aku huni selama setahun. Ngga bisa dipungkiri lagi,dalam setahun itu aku punya ikatan batin kuat dengan kota kecil itu. Apalagi mengenai pertemanan.

Dan sekarang pun saat aku menulis ini aku sedih banget. Aku jadi ingat teman-teman yang ada di Bontang…

Setahun, memang waktu yang bisa dibilang singkat, juga lama. Tergantung yang menjalankannya. Kalau menurutku sih, setahun itu waktu yang terbilang singkat.

Singkat namun berkesan.

Aku masih ingat saat mendengar kabar dari orang tuaku kalau kami harus pindah ke Bontang. Ngga harus juga sih. Cuma mama ingin pindah ke sana karena kapal papa memang anchornya di Bontang. Papa yang bekerja sebagai Radio Officer di salah satu kapal perusahaan Pertamina memang jarang pulang ke rumah. Saat kami tinggal di Sidoarjo dan papa pergi untuk bekerja, bisa di hitung berapa bulan dalam setahun itu kami bisa bertemu. Waktu bulan puasa papa jarang pulang. Bahkan sempat kami sekeluarga 3 kali lebaran tidak bersama papa. Sedih memang… tapi itu kan kerjaan papa. Duh! Aku jadi sedih kalau ingat papa. Sekarang papa memang sedang cuti panjang dengan alasan menjaga adikku yang masih bayi, tapi rencananya papa akan berangkat lagi. Besok saja papa harus ke Jakarta. Banjir-banjir gitu ke Jakarta! Papa, papa… beliau ke sana bukan dalam rangka membantu korban banjir sih, cuma papa harus melakukan medical check up. Dan itu artinya, papa akan pergi lagi. Eh, maksudku, kerja lagi…

Kalau di Bontang, saat kapal papa mendarat di tengah laut dekat dengan kota Bontang, dua minggu sekali papa pasti akan pulang ke kontrakan dengan spead boat. Kadang Rio yang menjemput papa di pelabuhan, kadang mama, kadang juga aku. Ya, itu lha kenapa mama ingin pindah ke Bontang mengorbankan sekolah anak-anaknya. Untuk bisa bertemu papa dua minggu sekali.

Awal mendengar alasan itu, aku menyebut mamaku tidak bisa menerima kenyataan. Itu memang konsekuensi dari pekerjaan papa. Tapi saat mendengar curhatan mamaku yang kesepian, dan aku, jujur, memang sedikit tidak mengenal papa karena sejak dulu papa jarang ada di ruma. Untuk menghapus kecanggungan kami sekeluarga, akhirnya ya sudahlah. Aku dan kedua adikku, Rio dan Caca, setuju untuk pindah ke Bontang. Kota yang sempat aku tinggali dulu waktu masih TK selama 6 bulan…

Aku kira, aku akan kesepian sekali di Bontang ini. Ternyata tidak. :)

Di sini anak-anaknya, di SMA IT YABIS, sangat ramah. Ya, meskipun pada awal perkenalanku di kelas agak ‘lebay’ karena aku memang terlalu bersemangat menutupi rasa canggungku, mendapatkan bisikan-bisikan agak ga enak juga dari anak-anak cowok. ^^ Tapi pada akhirnya kami semua dekat.

Banyak kejadian, masalah-masalah kecil, cinta (biasa anak muda), jalan-jalan mengelilingi Bontang sama teman-temanku, ke Bontang Koala, nonton pertunjukan band, main ke rumah teman, main ke kosan teman sampai malam, ke kafe, ngerjain tugas di rumah makan sampai aku harus nraktir sekitar seratus ribuan. (--‘) Buka bersama, nangis-nangisan, jogging bareng, main basket, ngerjain mading, ikut lomba mading dan aku sakit saat pameran mading. (Untung juara 2 se-Bontang! :)) disuruh ikut olimpiade dan lomba cerdas cermat yang menguras tenaga fisik maupun mentalku karena harus nyesek melihat orang lain yang ikut lomba di dukung orang tuanya… praktek masak, nonton basket, les bahasa inggris di dekat rumah dengan tentornya yang baik-baik, langit Bontang yang indah, suara merdu burung walet di dekat rumah yang selalu terdengar saat pagi dan menjelang magrib, ngerjain ujian sambil bekerja sama, nemenin temenku yang mau minta maaf ke guru karena pernah bentak tuh guru. :))  Nginep di sekolah saat tahun baru. Seru-seruan bikin yel-yel, sholat malam di masjid sekolah, ke masjid bareng-bareng buat sholat dhuhur, kena tilang di Bontang dua kali *nyesek abis :”((* dan yang terakhir, saat aku tahu kalau ada rencana mau balik lagi ke Sidoarjo, setiap momen dalam kesempatan apapun, aku akan mengambil foto teman-temanku. Aku bahkan memfoto sekolahku. Duh… SMA IT YABIS IS THE BEST LHA!

Dan sekarang aku makin kangen… aku kangen teman-temanku. Kangen mengulang semua kejadian di sana. Jujur, saat di Bontang yang aku kangenin sahabat-sahabatku di Sidoarjo. Tapi saat di sini yang aku rindukan teman-temanku di Bontang. Mungkin karena teman-teman baruku di sini tidak seramah di Bontang. ^^

Aku memang tipe orang yang tidak ingin mengganggu kedamaian orang lain sih… aku tidak suka bergaul dengan orang-orang yang berkelompok. Apalagi cewek-cewek. Kalau aku melihat mereka berkelompok, aku lebih baik memilih menjauh… tapi aku tetap menyapa lha, dan sekadar basa-basi menanyai tugas. Kalau di Bontang kan cewek-cewek se-kelasnya cuma ada sekitar belasan anak, dan kompak. Ke kantin pasti bareng terus. Pokoknya ya itu, kompak… mungkin karena muridnya se-kelas cuma dua puluhan anak. :))

Hmm… pokoknya malam ini aku kangen banget sama anak-anak Bontang. Kangen semuanya yang pernah kami lalui. Kangen ngobrol-ngobrol seru di kelas. Di sekolahku yang di Bontang memang tidak boleh bawa hape, jadi kalau bosan kami memang lebih suka menghabiskan waktu sambil mengobrol, nyanyi-nyanyi, atau main gaplek dan remi.

Pokoknya seru. Hari-hari ku di sana pasti tidak bisa diam. Rasanya aku seperti sudah bertahun-tahun tinggal dan mengenal semua anak di sana. Rasanya seperti itu.

Aahh… kapan ya teman-teman, kita bisa bertemu lagi. Dan, aahh… teman-teman, apa kalian membaca postingan ini? Mengetahui betapa KANGENNYA AKU SAMA KALIAN??!!!

Aku bener-bener kangen teman-teman. Aku rindu. Ingin sekali aku merayakan kelulusan bersama dengan kalian. Tapi takdir berkata lain.

Teman-teman, semoga kita lulus semua ya.

Salam rindu dariku ya.
Nahdiana Dara Kartika.
Aku sayang kalian.


Ini dia mading 3 dimensi yang juara 2 ^^
Menjelang ujian. Foto-foto di masjid.

Sama ustadzah Lelyana. ^^

Sama Ujik yang pindah sekolah karena ga lulus...

Siap-siap main sebelum masak-masak. ^^
YEY!
Lagi kecapekan abis masak-masak.


Ian Rajin ameeet...
Buber di rumah Miang.

Waktu pensi di aula sekolah.

Nunggu magrib. :))

Sama guru-guru gokil.
Ring basket di foto dari lantai 4.

Ruang Lab TIK.

Tempat parkir di depan pintu masuk SMA.

Cewek-cewek yang kecapekan ngerjain mading.

Kantin sekolahku yang suwejuk. :))

Parkirannya kecil. Lha muridnya aja dikit.

Jalan menuju SMA ku yang memang sekompleks sama rumah sakit Yabis.

Jalan menuju masjid.

Tempat yang enak buat nongkrong.


Kegiatan sehari-hari

Pemandangan belakang sekolah.





Depan kosan Sule.

Lagi di kosan Sule malam-malam ngerjain tugas.



Sama teman les ku. ^^

Bareng Ainun dan Rina.

2 komentar:

  1. Aku juga kangen dengan SMA IT YABIS,sudah 1 tahun aku tak melihat bontang.

    BalasHapus